YOGYAKARTA – Hari Sabtu, 5 Januari 2018, bertempat di Ruang Kerja Coffee and Collaboration, telah diselenggarakan kegiatan “Diskusi Pelajar” oleh PW IPM DIY dan PD IPM Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda semarak Musyawarah Wilayah IPM DIY yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan kali ini IPM menggandeng Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) untuk menjadi pemateri dalam diskusi pelajar terkait dengan politik dan kepemiluan.

Pelajar merupakan bagian dari civil society, itu artinya pelajar memiliki peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi, tahun 2019 ini akan dilaksanakan Pemilihan Umum serentak yang mejadi hajat demokrasi seluruh masyarakat Indonesia. Pelajar yang telah berusia lebih dari tujuh belas tahun akan mendapatkan hak pilihnya. Dan IPM sebagai organisasi pelajar, berkomitmen untuk memberikan edukasi tentang politik dan pemilu agar para pelajar dapat menjadi pemilih yang cerdas.

Hadir dalam kegiatan ini, Moh. Edward Trias Pahlevi selaku Koordinator KISP. Dia memaparkan beberapa materi menarik seperti urgensi pemilu, menjadi pemilih yang cerdas, maupun pemilu dalam kacamata generasi milenial, “Pendidikan politik dan pemilu harus menyasar anak muda salah satunya melalui ruang diskusi atau gerakan yang dibawa IPM, sebab pada pemilu mendatang jumlah suara milenial mencapai 40%”, jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Linta Bahraine selaku Ketua Bidang Advokasi PW IPM DIY, “IPM adalah suatu gerakan yang ingin terus memberikan edukasi kepada pelajar terkait isu-isu penting dan aktual salah satu yang sekarang ada di depan mata adalah pemilu.”, ujarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai kalangan yang sangat aktif dalam mengikuti diskusi. Semoga kegiatan diskusi pelajar semacam ini dapat dilaksanakan di sekolah maupun komunitas masing-masing agar semakin banyak pelajar yang memahami politik dan berani menentukan pilihannya. (admin)