Penulis                    : J. S. Khairen

Penerbit                  : Grasindo

Jumlah Halaman : 247

Sebuah buku yang menurut saya cocok untuk dinikmati oleh orang yang ingin membaca bacaan ringan atau seorang kakak. Buku ini terbit mendekati momen banyak orang bahagia yakni saat lebaran. Lebaran bagi kebanyakan orang adalah salah satu momen untuk dapat berkumpul hangat bersama keluarga, teman, sanak kerabat guna bertukar kabar atau berbagi cerita. Tetapi pernahkah mengira bahwa ada orang-orang mungkin tidak seberuntung untuk menikmati momen bahagia ini. Dan buku ini membuka mata untuk memahami bahwa kondisi orang lain mungkin tidak seberuntung orang-orang yang bisa menikmati momen lebaran dengan baik. Selain itu, sebagai kakak juga harus memahami bahwa kelak jika tanggung jawab orang tua telah lepas. Maka adik-adik menjadi tanggungan kakaknya. Dan semua hal ini berkaitan dengan cerita yang dibawakan oleh JS Khairen dalam buku berjudul Kado terbaik.

JS Khairen dengan baik telah mengantarkan pada bagian-bagian yang selama ini abai oleh saya. Berbagai kemudahan yang telah saya dapatkan tidak semua orang bisa dapatkan. Membuat saya harus memahami bagaimana pola pikir dan tindakan Rizki (tokoh utama) dalam cerita ini. Pada kondisi-kondisi seperti yang ada dalam cerita, tentu tidak mudah bagi Rizki untuk bertindak seperti yang saya pikirkan. Karena setiap orang punya kondisi yang berbeda-beda yang membentuk pola pikir dan tindakannya. Intinya dalam buku ini, saya harus banyak berdamai dengan jalan ceritanya. Karena kadang ada yang bertentangan dengan apa saya yang dipikirkan. Tetapi memang cerita tidak akan sesuai dengan keinginan saya.

Cerita dalam buku ini cukup membuat saya banyak berpikir dan lebih banyak memahami kondisi yang ada. Isu yang diangkat pun tampaknya banyak terjadi di kota-kota besar. Selain itu, cerita dalam buku ini sudah terkesan kekinian. Karena mengambil waktu layaknya situasi saat ini. Dan seperti biasa,  JS Khairen selalu menempatkan banyak pesan dalam bukunya. Bahkan setiap bab juga diawali dengan quotes yang nanti akan sesuai dengan cerita yang terjadi pada bab tersebut. Buku ini membuat saya juga banyak merenung mengenai  keluarga yang hangat, tentang perjuangan, pengorbanan seorang kakak dan banyak hal lainnya.

Buku ini bercerita mengenai Rizki dan kedua adiknya yang harus berjuang setelah ibu mereka mengantarkan ke panti asuhan. Itu juga menjadi pertemuan terakhir Rizki dan kedua adiknya dengan ibu mereka. Karena setelah itu Rizki tidak bisa melihat wajah ibunya secara langsung. Sedangkan ayah mereka telah tewas tertembak. Dalam panti asuhan ternyata Rizki dan kedua adiknya tidak mendapatkan perlakuan yang baik. Panti asuhan itu bak penjara. Pada saat Rizki dan adiknya tiba disana tak perlu waktu lama untuk mendapatkan siksaan layaknya di penjara bahkan nyaris mati. Setelah beberapa tahun berlalu Rizki berhasil keluar. Mendekati lebaran tahun itu, Rizki berusaha untuk memberikan hadiah terbaik bagi kedua adiknya yang masih berada dalam panti. Seperti apakah hadiah terbaik itu? Perlu membaca buku ini dengan lengkap agar mengetahui apa yang akan Rizki lakukan dan kelanjutan ceritanya.

Maulana Maqdum I