Bantul, IPMDIY.ID – Sekolah Advokasi Pelajar DIY kembali hadir dari PW IPM DIY dan berlangsung pada hari Jum’at – Ahad (2-3/7) di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Mengusung tema “DIY sebagai Rumah Polhukam Pelajar Advokatif” para peserta diharapkan bisa menjadi aktor advokasi bagi para pelajar di DIY. Pada hari pertama, acara ini diawali dengan pengantar materi yang diisi oleh Bpk. Maestri Widodo, Kadiv Hukum KPU Bantul. Dalam agenda tersebut, Pak Maestri memaparkan banyak hal terkait advokasi.

“Dasar advokasi adalah berpikir kritis. Artinya, mampu melihat titik ter- ghaib dari suatu hal yang tampak di depan mata kita. Selain itu, advokasi memerlukan sistem yang jelas antara aktor advokasi dengan pihak luar seperti masyarakat dan pemerintahan”, paparnya.

Terkait dengan polhukam, beliau menjelaskan bahwa advokasi dalam ranah tersebut bermuara kepada negara. “Artinya, bahwa polhukam ini adalah kewenangan dari negara sebagai pelindung rakyat. Jadi, agar advokasi di ranah polhukam ini bisa berjalan, maka harus bisa bersinergi dengan pemerintahan”, tandasnya.

Ruang advokasi adalah ruang yang di mana orang – orang bisa memperjuangkan hak – haknya kepada negara. Sehingga, – menurutnya lagi – memerlukan nalar kritis di dalam ruang tersebut. “Advokasi membutuhkan nalar kritis. Jadi, jangan naif atau terlalu bergantung dengan takdir. Karena advokasi juga memerlukan keberanian dan kepedulian serta aksi yang sistematis dan terencana” (dzik)