YOGYAKARTA, IPMDIY.ID – Dalam rangka mempersiapkan program unggulan selama satu periode, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) berinisiatif mengadakan upgrading, Hari Sabtu (06/03), di Aula Gedung PP Muhammadiyah, Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 103, Yogyakarta.

Kegiatan upgrading ini dibagi menjadi tiga sesi, yaitu sesi pertama diisi oleh perwakilan dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) dan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY . Sesi 2 diisi oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH), Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK), dan Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PWM DIY. Terakhir, sesi 3 diisi oleh Majelis Tabligh PWM DIY.

Sesi pertama bersama MPI & MPS PWM DIY

Berlangsung dengan seru dan asyik, dalam sesi pertama bersama MPI dan MPS, Kang Robby Habiba Abror dari MPI memberikan kiat – kiat berdakwah dengan media kepada para kader IPM DIY, “Kesempatan berdakwah di media massa sangat terbuka, maka butuh kebersamaan dan keikhlasan untuk bergerak bersama dalam mengurusi media. Juga belajarlah untuk berkhidmat, wakaf ilmu, wakaf pemikiran, serta menggelorakan semangat menulis. Dan yang terpenting, memberdayakan literasi media dan pustaka di kalangan pelajar”, ujarnya. Lalu, dari MPS yang diwakilkan oleh Kang Dani Kurniawan, menjelaskan arah kerja dari Majelis ini yang lebih tertuju kepada pengelolaan Amal Usaha di sektor sosial, “MPS adalah leading sector dari penerapan Q.S. Al Maun 1 – 7. Sehingga fokus kami lebih kepada gerakan filantropi. Kawan – kawan IPM DIY harus bisa ikut andil dalam gerakan filantropi ini sehingga bisa diarahkan untuk menjadi bagian dari gerakan kita”, katanya.

Sesi kedua bersama MLH, MEK, & LSBO PWM DIY

Lanjut ke sesi kedua, bersama MLH, MEK, dan LSBO. Pak Totok Pratopo dari MLH PWM DIY, menjelaskan beberapa program dari MLH dan mengharapkan sinergitas dari IPM DIY, “MLH mempunyai banyak program unggulan, seperti seperti sekolah sungai, konservasi alam, dan sebagainya. Saya berharap IPM DIY bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut”, ujarnya. Kemudian, Pak Taufik Ridwan dari MEK PWM DIY mengajak kepada IPM DIY untuk berani berbisnis, “Ayo para pelajar, beranilah bisnis dengan cara yang milenial, dengan pendekatan teknologi. Mari kita sinergikan gerakan bisnis antara IPM dengan MEK”, ajaknya. Lalu, KRT Akhir Lusono dari LSBO PWM DIY berharap agar IPM DIY untuk tidak ragu mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan budaya, ” Jangan ragu, khususnya yang di ASBO, utk mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan budaya. Kami siap membuka lebar segala bentuk kerjasama dalam hal tersebut, semisal mau mengadakan pentas budaya dan sebagainya”, katanya.

Sesi ketiga bersama Majelis Tabligh PWM DIY

Terakhir, di sesi ketiga, bersama Majelis Tabligh. Pak Satria Abdi menjelaskan peran dari Majelis Tabligh sebagai salah satu motor penggerak dakwah amar ma’ruf nahi munkar dari Muhammadiyah, “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta gerakan tajdid, maka perlu adanya motor penggerak untuk gerakan tersebut, salah satunya adalah majelis Tabligh”, jelasnya. Lalu, pada akhir sesi, Ust. Satria mendorong agar IPM DIY melakukan pelatihan – pelatihan yang berhubungan dengan penguatan gerakan dakwah.

Refreshing seru di Pantai Sarangan

Tak hanya melulu soal materi, upgrading ini juga diisi dengan hal – hal yang asyik, seperti pergi ke pantai Sarangan, Gunungkidul untuk para personalia PW IPM DIY agar saling mengenal dan bersama – sama merefleksikan niat agar dapat saling bekerjasama nantinya di PW IPM DIY selama satu periode ini, selain untuk refreshing dari suasana kesibukan di perkotaan tentunya. Semoga Allah meridhoi niat dan perjuangan yang tulus ini, aamiin. (admin)