Yogyakarta, IPMDIY.ID – Berbicara falsafah tentunya pasti identik dengan gagasan, pemikiran, dan konsep. Hal tersebut disampaikan oleh Hafizh Syafa’aturrahman (Ketua Umum PP IPM), saat menjadi pemateri “Falsafah Perkaderan IPM”, hari Selasa (14/01), pukul 13.00 wib.  

“Yang jelas, semua hal tersebut tentunya harus mendukung proses perkaderan untuk dapat meregenerasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas, menanamkan ideologi, serta menjadi wadah,” sambungnya.

Dalam materi yang dilaksanakan sambil berdiskusi dengan peserta, Kang Hafizh -sapaan akrabnya- memaparkan bahwa falsafah perkaderan dalam konteks IPM adalah sebagai pendidikan, “Kita sepakat bahwa dalam konteks IPM, falsafah perkaderan adalah sebagai pendidikan. Yang artinya, di dalam dunia pendidikan terdapat konteks dan sebagainya,” ujarnya. Selain itu -menurutnya lagi- ketika mendengar kata perkaderan dalam konteks IPM, tak bisa dilepaskan dari tiga cabang filsafat, yaitu : epistemologi (metode), ontologi (hakikat/keberadaan), dan aksiologi (aksi).

Lanjutnya, dia juga membahas tentang new social movement dalam konteks ranah pergerakan IPM, “New social movement sendiri bergantung dengan isu yang diangkat. Hal-hal seperti struktural, pergerakan, dam perkaderan adalah aspek-aspek yang memerlukan perubahan strategi di dalamnya, mengingat ranah pergerakan IPM sendiri telah masuk pada level internasional,” katanya. Namun, yang menjadi masalah -menurutnya-  adalah, “Kita sangat kurang dalam hal membedakan antara program dan kegiatan (proker) serta cenderung untuk mencampuradukkannya. Jadi, kita perlu kembali fokus kepada isu apa yang akan diangkat. Sangat diperlukan pula agen evaluasi yang bisa mewujudkan relevansi dari pusat hingga ranting,”

Melalui TM 3 IPM DIY ini, Kang Hafizh berharap agar para peserta paham akan falsafah perkaderan di IPM ini, “Memahami falsafah perkaderan harus benar-benar intens dan sampai ke akarnya. Agar kita dapat mengaplikasikan dengan maksimal, mengingat ini berkaitan dengan output (keluaran) yang harus direncanakan. Sehingga, dengan memahami falsafah, kita akan lebih paham dan mengerti apa dan status kita.” (admin)