Ilustrasi / Gambar © Media PW IPM DIY

oleh: Herlambang Dwi Prasetyo*

Ada banyak motivasi para kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam berjuang di IPM karena setiap kader memiliki tujuan yang berbeda-beda walaupun intinya tetap sama berjuang di IPM sebagai bagian dari Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Kali ini penulis mencoba untuk memaparkan empat motivasi kader IPM yang relevan dan diambil dari pengalaman empiris penulis dalam berjuang di Muhammadiyah terkhusus IPM:

1. “Berjuang di Muhammadiyah itu berat, ragu atau bimbang, lebih baik pulang” (Jend. Soedirman).

Pernyataan dari salah satu kader Muhammadiyah ini sangat relevan dalam perjuangan di IPM terutama di awal ataupun sebelum memutuskan untuk berjuang Muhammadiyah, karena di Muhammadiyah itu berat. Seperti harus mengeluarkan duit untuk kegiatan, keliling-keliling ke sekolah untuk memberikan surat, men-japri satu per satu kader ataupun peserta untuk ikut kegiatan, dan lain sebagainya. Jika dipikirkan secara materiil bahwa ini sangat merugikan dan berat, sehingga sebelum masuk ke Muhammadiyah harus dipikirkan matang-matang.

2. “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” (K.H Ahmad Dahlan).

IPM tidak bisa menawarkan jabatan yang tinggi layaknya Ketua OSIS, Ketua ROHIS, ataupun memberikan materi kepada para kadernya. IPM pun tidak memberikan waktu maupun tenaga kepada para kader IPM, semua kegiatan semata-mata untuk memajukan dan mempertahankan kelangsungan IPM. Jadi, sesuai dengan poin 1, para kader sekalian lah yang meluangkan waktu, harta, dan tenaga untuk menghidupkan gerakan dakwah IPM ini.

3. “Jangan lari agar dikejar, Jangan pergi agar dicari, berjuang tak se-bercanda itu” (Sujiwo Tejo).

Untuk teman-teman, Jangan lari dari IPM, jangan pergi dari IPM, karena berjuang di IPM tidak main-main. Walaupun dalam kegiatannya ada beberapa Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Cabang (PC), ataupun Pimpinan Daerah (PD) yang dalam prakteknya senang-senang, bermain-main, dan lain sebagainya akan tetapi praktek atau program tersebut semata-mata bagian dari proses perkaderan dan ada ilmu yang selalu disampaikan. Terkadang juga di dalam IPM ada drama, kejadian, ataupun kasus yang sengaja dibuat agar bisa lari dari IPM ataupun sengaja pergi agar dicari, menurut penulis itu adalah hal yang salah apalagi jika dilakukan secara berlebihan.

4. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Q.S Muhammad: 7 ).

Kembali ke poin yang ke-2, kenapa sih harus berjuang demi IPM, emang-nya untungnya apa? Coba menarik kembali jika melihat IPM secara materiil memang sangat merugikan karena harus meluangkan waktu, tenaga, dan harta sedangkan jikalau dihitung-hitung dengan apa yang didapatkan itu tidak setimpal. Sesuai dengan poin yang ke-4 bahwa allah yang akan membalasnya, balasannya berupa apa? Hanya Allah yang tahu jawabannya, akan tetapi pun akan tahu jawabannya seiring perjuangan teman-teman di IPM.

—–///—–

Ada beberapa balasan yang dialami oleh saya selaku kader IPM dari PR IPM, PC IPM, hingga tingkatan PD IPM. Pertama, mendapatkan rezeki dari arah yang tak diduga-duga dan nominalnya pun tak terduga. Kedua, dimudahkan urusannya seperti yang diketahui bahwa ketika kita membantu orang lain seperti berjuang di IPM maka allah akan membantu kita juga. Ketiga, sesuai dengan hadis bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur maka berjuang di IPM pun sama, yaitu menjalin silaturahmi dengan program bersama. Terakhir, banyak lagi balasan yang penulis terima akan tetapi karena motivasi, dan proses setiap kader berbeda sehingga akan menghasilkan balasan yang berbeda-beda akan tetapi intinya adalah untuk mendapatkan ridho-NYA.

*) Ketua Bidang Perkaderan PC IPM Piyungan dan Mahasiswa Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta