BANTUL, IPMDIY.ID – Acara pelantikan PW IPM DIY periode 2018 – 2020 dihadiri oleh beberapa tokoh yang terkenal. Salah satunya adalah Bapak Busyro Muqoddas, yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah. Dalam acara pelantikan tersebut, Pak Busyro juga menyampaikan keynote speech, dengan tema : “Spirit Kemandirian sebagai Pondasi gerakan Pelajar dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.”

Dalam agenda tersebut, beliau menjelaskan arti dari spirit kemandirian, “Berbicara tentang spirit kemandirian, tidak boleh terbatas kepada pengertian yang tidak substantif. ‘Kemandirian’ kalau ditarik kepada akar pengertiannya, bahwa manusia menurut agama Islam, ketika diciptakan sudah berada dalam keadaan mandiri atau bebas. Artinya, mengalami perubahan keadaan dari yang tidak bebas menjadi bebas dan sebagainya”, jelasnya. Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa agama islam adalah agama yang menekankan kemandirian. Sekaligus juga hanya bergantung kepada Allauhush – Shamad, seperti yang terkandung dalam QS. Al Ikhlas ayat dua. Artinya, bahwa kebebasan atau kemandirian dalam konsep Islam tidak bisa dilepaskan dari tauhid.

Selain itu, Pak Busyro yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2010 – 2011 ini, juga menyatakan bahwa diakui atau tidak, Indonesia saat ini menggunakan konsep demokrasi liberal dan cara pandang dari liberalisme ini sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia, “Karena liberalisme ini bersifat permisif, yang memandang bahwa semua persoalan ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya tidak perlu diukur dengan norma apapun, termasuk norma agama. Dari permisifisme ini akan melahirkan budaya pragmatis kemudian hedonisme, yaitu mengutamakan, atau bahkan mempertuhankan sesuatu yang bersifat materi”, jelasnya. Kemudian, menurutnya karena hal ini, banyak para pelaku politik yang sibuk memperkaya diri dengan cara apa pun, salah satu caranya dengan menjadi “calo – calo politik”, serta melakukan praktek suap dan korupsi yang telah subur menjamur dalam kehidupan demokrasi di negara ini.

Lalu, berbicara mengenai kondisi demokrasi negara ini, Pak Busyro merasa prihatin dengan banyaknya para pemuda yang ikut tersandung kasus korupsi. Padahal jika dicermati, banyak dari mereka yang memiliki latar belakang seorang aktivis yang cemerlang dan sangat mandiri, “Begitu mereka masuk dalam dunia politik praktis, tidak butuh waktu lama spirit kemandirian tersebut untuk padam, untuk mandiri secara pribadi di bawah bergantung kepada Allauhush – Shamad,” Hal tersebut, menurutnya lagi, disebabkan oleh pengaruh yang kuat dari sejumlah elit politik dalam sebuah partai.

Maka dari itu, Pak Busyro berpesan kepada para kader IPM untuk semakin kuat dalam menjaga kemandirian pelajar, sehingga terhindar dari godaan – godaan politik yang bisa menjerumuskan kepada perilaku koruptif, “Kemandirian yang menjadi spirit IPM, adalah spirit kemandirian yang dekat dengan nilai – nilai tauhid. Maka dari itu, teruslah untuk mempertajam qalbu sembari mengasah otak, sehingga tercipta generasi yang jujur dan berakhlak mulia. Tak lupa juga diperlukan kerjasama dengan semua pihak untuk dapat menciptakan kemandirian dalam masyarakat. Negara ini membutuhkan generasi penerus, salah satunya dari kader – kader IPM.”, pungkasnya. (dzik)