PLAYEN, GUNUNGKIDUL – Menjelang berakhirnya Musywil pada hari Ahad (13/1), ada satu sesi istimewa bagi para musyawirin. Kali ini, datang tamu istimewa, yaitu Ibu Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A., Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya, kepastian kehadiran Ibu Ruhaini dalam Musywil kali ini diperoleh saat beliau menjadi moderator dalam sebuah acara dialog kebangsaan pada hari Rabu (9/1) pekan lalu.

Dalam agenda tersebut, Ibu Ruhaini menyampaikan beberapa hal yang penting kepada para kader IPM, “Tantangan Indonesia saat ini adalah Revolusi Industri 4.0, yang menekankan kepada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jadi, Pemerintah sangat serius dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut, salah satunya dengan menggenjot sektor SDM supaya menjadi berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain”, ujarnya.

Kemudian, beliau berharap agar IPM juga tetap aktif berpartisipasi dalam Revolusi Industri 4.0 ini. Salah satu caranya adalah, menguasai bahasa asing, “Terutama bahasa Inggris dan Arab harus benar – benar dikuasai oleh para kader IPM. Selain itu, diusahakan juga memiliki buku harian lalu tulislah apapun itu. Kedengarannya sepele, tetapi itu sangat penting seagai pengingat terhadap apa yang ingin dicapai”, ujar alumni Fakultas Syari’ah UIN Jogja tersebut.

Di akhir sesi, Ibu Ruhaini berpesan, “Saya ingin IPM tetap menghasilkan orang – orang yang hebat. Baik Muhammadiyah maupun Negara Indonesia membutuhkan orang – orang yang hebat dari IPM ini. Saya yakin Indonesia akan maju di tangan orang – orang yang hebat seperti anda semua (kader IPM). (admin)