Bantul, IPMDIY.ID – Politik adalah tentang nilai – nilai yang berbeda dalam lingkungan masyarakat yang dapat menyebabkan politik tersebut lahir. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Mega Hidayati, M.A. dalam materi politik, dalam Sekolah Advokasi di hari kedua.

Menurut Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, politik tidak melulu soal kekuasaan dan pemerintahan, “Makna politik saat ini telah meluas ke berbagai cakupan, bukan saja tentang kekuasaan dan pemerintahan. Tetapi juga mencakup segi agama, ras, suku, dan ideologi. Hal inilah yang menyebabkan tercipta istilah politik identitas”, ujarnya.

Politik identitas di Indonesia, – menurutnya lagi – mengarah kepada etnisitas, agama, ras, dan ideologi, “Politik identitas itu perihal inside of you and us. Artinya, tentang apa yang menjadi identitas dalam dirimu, seperti agama, suku, ras, dan sebagainya, itu adalah hal – hal yang dapat mempengaruhi politik saat ini”, jelasnya.

Sehingga, hal tersebut dapat memicu munculnya sikap fanatisme, yaitu sikap antusiasme yang ekstrem terhadap suatu hal tanpa daya kritis dan menganggap pihak yang berbeda adalah pihak yang salah. Sikap fanatisme ini juga mengancam para pelajar saat ini

“Maka, untuk dapat menghindari sikap fanatisme ini, para pelajar harus memperluas pergaulan dan wawasan dari berbagai perspektif. Agar, tidak mudah terhasut oleh pernyataan dan perbuatan yang provokatif, Selain itu, latihlah daya kritis dari teman – teman, membiasakan diri akan perbedaan dalam identitas politik, serta menjauhkan diri dari ekstremisme.” (dzik)