Pandemi tak halangi untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) adakan Sekolah Advokasi secara daring dan luring yang berlangsung secara pada Jumat-Minggu (08-10/01/21). Kegiatan tatap muka dilaksanakan dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah didapatkan. Sekalipun terdapat agenda yang dilakukan secara tatap muka, rangkaian acara Sekolah Advokasi berjalan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Sekolah Advokasi mengusung tema “Becoming an-Eco Minimalist Student”. Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya isu lingkungan dan terdapat beberapa daerah yang memiliki potensi pelestarian lingkungan. Sekolah advokasi melangsungkan kegiatannya yang kedua kalinya, di mana tahun sebelumnya dilaksanakan secara luring di daerah Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang merupakan anggota pimpinan wilayah dan pimpinan daerah yang berasal dari DIY.

Sekretaris Bidang Advokasi Ahimsa Wardah Swadeshi menjelaskan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah mengarahkan pelajar untuk lebih peduli pada lingkungan.

“Tidak hanya melalui transfer materi, tetapi juga dapat dipraktekkan. Ke depannya akan dibentuk sebuah komunitas yang berfokus pada peduli lingkungan. Hubungannya dengan minimalis, pelajar menjadi mampu memprioritaskan sesuatu yang benar-benar penting dan bermanfaat,” jelas Ahimsa.

Selain itu, Ketua Umum PW IPM DIY, Ahmad Hawari Jundullah pada sambutannya menyampaikan bahwa minimalisme dimulai dari kesadaran masing-masing individu. Pengaplikasiannya sederhana pada kehidupan sehari-hari seperti makanan yang kita makan dan pakaian yang kita gunakan.

“Gerakan minimalisme ini kedepannya dapat dijadikan sebagai jalan jihad dan dakwah bagi lingkungan dan kemanusiaan, terutama pada masing-masing pribadi,” ungkap Hawari. (Ageng)