ipmdiy

#PELAJARBERDAULAT

Artikel & Opini

Tips Hindari Bahaya Tidur Setelah Subuh Ala IPM Bantul

Sudah menjadi rahasia umum jika tidur setelah subuh menjadi sebuah kenikmatan tersendiri bagi beberapa orang. Apalagi ketika berpuasa, jam tidur yang terpotong karena harus sahur sebelum subuh sehingg waktu tidur yang terpotong itu dipindah di waktu setelah subuh. Namun, jika dilihat dari segi kesehatan, ketika seseorang tidur setelah subuh dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Seperti yang dilansir pada alodokter.com, setidaknya ada tujuh akibat dari tidur pagi setelah subuh yakni; diabetes, obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, mudah lupa, sulit konsentrasi, mood mudah berubah, serta peningkatan risiko kanker.

Selain penyakit-penyakit yang disebutkan di atas, terdapat penyakit lain jika kita tidur siang, dilansir dari klikdokter.com,  seseorang akan mendapatkan potensi gangguan kesehatan seperti Insomnia dan GERD (Gastro-oesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung jika tidur tersebut memiliki jarak kurang dari tiga jam dari waktu kita makan.

Gangguan-gangguan kesehatan tersebut sayangnya sering diabaikan oleh masyarakat, tak terkecuali pelajar sekalipun, sehingga hal ini menjadi sebuah kebiasaan buruk sampai dewasa. Untuk mencegah hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bantul mengadakan program bernama “Ngabar Mantan”.

Program “Ngabar Mantan” memliki kepanjangan Ngaji Bareng Teman-teman ini adalah kegiatan membaca Al-Qur’an secara bergantian dan saling menyimaknya bersama-sama. Tujuannya tentu agar program ini dapat menjadi kebiasaan yang lebih bermanfaat setelah subuh.

Langkah yang PD IPM Bantul terapkan adalah dengan berusaha mengistiqomahkan seluruh jajaran pimpinan PD IPM Bantul yang berjumlahkan 30 orang sebagai peserta tetap program Ngabar Mantan. Manfaat yang didapat pun ada banyak, yakni menjadi wadah untuk saling belajar membaca Al-Qur’an karena teman-teman dalam forum mendapat kesempatan untuk saling mengoreksi bacaan Al-Qur’an yang keliru dari teman yang lainnya.

Program yang dilaksanakan setiap hari secara virtual ini juga bisa menjadi ajang menjaga silaturrahmi meskipun terhalang kondisi pandemi. Setelah selesai sesi membaca Al-Qur’an, teman-teman bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk saling menyapa, mengingatkan kebaikan-kebaikan, nonton bareng, atau bahkan ngobrol membahas banyak hal tanpa ada batasan waktu. Hal ini tentu saja membuat mata lebih betah untuk melek.

Manfaat terbesar ketika kita tidak tidur selepas salat subuh tentunya mendapatkan amalan ibadah yang berkali-kali lipat. Dalam hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, menjelaskan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda, “siapa saja yang memebaca satu huruf dari Kitabullah (A-Qur’an), maka ia akan mendapat satu kebaikan dilipatkan keapada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.

Terlebih ketika bulan Ramadan, setiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan. Sehingga, dalam satu huruf di dalam Al-Qur’an yang pada hari biasa saja sudah bernilai sepuluh kebiakan, maka sepuluh kebaikan tersebut dikali dengan pelipatgandaan dalam bulan Ramadan.

Al-Qur’an memanglah salah satu amalan jitu sebagai bekal dalam mengumpulkan amal ataupun berlomba dalam kebaikan. Maka dari itu, momen ini juga yang diambil PD IPM Bantul untuk berlomba meraih amal kebaikan selama bulan suci Ramadan. Dengan demikian, semoga kegiatan yang dilakukan PD IPM Bantul selama Ramadan ini bisa menginspirasi Sobat Pelajar untuk meningkatkan ibadah selama Ramadan.

Ditulis oleh Muhammad Attariq Hafidz, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PD IPM Bantul

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *